Pandemi Covid-19 dan Solusi Menghindari Peningkatan Lonjakan Kasus Covid-19

Hari demi hari penyebaran Covid-19 semakin meningkat, jumlah kasus positif terpapar terus bertambah banyak, angka kematian terus bertambah, walaupun angka pasien terjangkit sembuh makin berangsur bertambah. Tentu masalah ini tak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja selaku pihak yang dapat menangani secara leluasa, namun peran dari masyarakat juga sangat berpengaruh untuk melewati masa pandemi ini. Dengan diterapkannya sistem social distancing dapat menekan penyebaran covid-19, tetapi masih banyak yang tidak menerapkannya dan masih pergi keluar rumah dan berkumpul di suatu tempat dengan jumlah orang yang banyak.

Sejak kemunculanya Covid-19 yang berawal dari kasus lokal dan menyebar keluar wilayah juga melalui transmisi antar penduduk. China tercatat sebagai negara yang pertama kali melaporkan kasus Covid-19 di dunia. Pada 31 Desember 2019, kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China mendapatkan pemberitahuan tentang adanya sejenis pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui. Infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru itu terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Menurut pihak berwenang, beberapa pasien adalah pedagang yang beroperasi di Pasar Ikan Huanan.

Penelusuran menyebutkan, kasus Covid-19 sudah muncul sebelumnya. Merujuk pada laporan WHO ke-37 tentang situasi Covid-19, 26 Februari 2020, kasus Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di China adalah pada 8 Desember. Hanya saja, informasi tersebut juga bergantung pada inisiatif negara-negara yang memberikan informasi penyakit kepada badan kesehatan global tersebut. Adapun sebuah laporan yang diterbitkan dalam laman jurnal medis The Lancet oleh dokter China dari Rumah Sakit Jin Yin-tan di Wuhan, yang merawat beberapa pasien yang paling awal, menyebutkan tanggal infeksi pertama yang diketahui pada 1 Desember 2019. Pada 16 Desember, dokter di Rumah Sakit Pusat Wuhan mengirim sampel dari pasien lain dengan demam persisten untuk pengujian laboratorium. Hasil-hasil itu menunjukkan virus menyerupai sindrom penapasan akut parah (severe acute respiratory syndrome/SARS).

Menurut data Pemerintah China yang didapat dari South China Morning Post, seorang penduduk Provinsi Hubei berusia 55 tahun kemungkinan menjadi orang pertama yang terjangkit Covid-19 pada 17 November 2019. Sejak tanggal itu dan seterusnya, satu hingga lima kasus baru dilaporkan setiap hari. Angka penduduk di China yang terjangkit Covid-19 menunjukkan tren eksponensial. Pada 15 Desember 2019, jumlah total infeksi mencapai 27. Peningkatan kasus Covid-19 harian mencapai dua digit untuk pertama kalinya dilaporkan juga terjadi di China pada 17 Desember 2020. Tiga hari berikutnya, jumlah total kasus penduduk China terkonfirmasi Covid-19 telah mencapai 60 orang.

Pada Jumat (3/4/2020) kasus Covid-19 telah mencapai 1 juta, tersebar di sejumlah negara. Sampai dengan tanggal tersebut pukul 09.36, data Johns Hophkins University mencatat jumlah pasien positif virus korona mencapai 1.015.403 orang. Angka total kematian 53.030 orang dan 210.579 orang yang terpapar Covid-19 berhasil sembuh. Kasus covid-19 pertama di luar China dilaporkan di Thailand pada 13 Januari 2020.  Masih di Benua Asia, pada 29 Januari 2020 Covid-19 mencapai Timur Tengah untuk pertama kalinya saat jumlah kasus Covid-19 bertambah dan menyebar ke lebih banyak negara. (Baskara, 2020).

Penyebaran Covid-19 ini ke Indonesia yaitu ketika Presiden Joko Widodo mendapatkan laporan bahwa ada warga negara Jepang dinyatakan positif. WN Jepang ini baru saja berkunjung ke Indonesia. Pemerintah kemudian langsung menelusuri siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien tersebut. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan dari kedua pasien, salah satunya merupakan guru dansa. Pasien berusia 31 tahun ini lantas melakukan kontak fisik dengan WNA Jepang. Untuk informasi, sebelum ke Indonesia, WNA Jepang ini bermukim di Malaysia sejak 14 Februari 2020 lalu.

Menurut ALMI (Akademi Ilmuan Muda Indonesia), laju pertumbuhan Covid-19 dapat bertambah secara eksponensial jika pemerintah tidak melakukan apapun dan masyarakat tidak mengikuti anjuran upaya pencegahan Covid-19 ini. Dengan menggunakan analisis fungsi eksponensial, ALMI memperkirakan dengan data yang dikumpulkan sejak 2 Maret dan mengasumsikan doubling times nya sama dengan Iran dan Italia – bahwa pada akhir April 2020, mungkin ada 11.000-71.000 Covid-19 kasus di Indonesia.

Yang menjadikan laju pertumbuhan Covid-19 itu yaitu banyaknya orang yang terjangkit Covid-19 yang tidak mentaati peraturan sehingga menularkan ke orang lain, maupun carrier  yang tidak tahu dirinya itu terjangkit namun imunnya kuat tetapi menularkan kepada orang lain.

Dalam pandemi itu terdapat 4 fase, yaitu fase penundaan, fase eksponensial, fase statis, dan fase penurunan. Yang pertama yaitu fase penundan, pada masa ini masih sedikit orang yang dating ke rumah sakit untuk mengkonsultasikan gejala yang didapatnya. Masa ini merupkan masa inkubasi virus, masa ini berlangsung 1-24 hari setelah terjangkit dengan virus. Fase yang kedua yaitu fase eksponensial, fase ini merupakan masa ketika kepanikan terjadi di masyarakat dan terjadi peningkatan pertumbuhan kasus secara drastis. Fase selanjutnya yaitu fase statis, pada fase ini pertumbuhan kasus mulai berkurang dan kasus baru tidak sebanyak fase eksponensial. Yang terakhir yaitu fase penurunan, pada fase ini trend kasus mulai sedikit.

Terdapat cara untuk menghindari terjadinya peningkatan laju pertumbuhan Covid-19 secara besar-besaran :

  1. Meningkatkan pemeriksaan orang yang berisiko di daerah di mana kasus yang terinfeksi terjadi atau daerah yang memiliki indikasi penularan. Memanfaatkan rapid test untuk membedakan secara akurat antara individu yang terinfeksi dan tidak terinfeksi.
  2. Memberikan data tentang lokasi pasien di tingkat kecamatan sehingga masyarakat dapat ambil bagian dalam memeriksa diri mereka sendiri dan menghindari kontak dengan daerah-daerah tersebut.
  3. Meningkatkan kesadaran publik dan mendorong masyarakat untuk meminimalkan kontak satu sama lain, atau melakukan social distancing. Misalnya, batasi mobilitas antara kabupaten atau kota yang terkontaminasi, laksanakan pengawasan migrasi yang ketat untuk orang-orang yang pulang dari daerah yang terkontaminasi, dan menerapkan sanksi terhadap pelanggaran larangan perkumpulan masal.

Dalam masa pandemi jika semua elemen pemerintah maupun masyarakat dapat bekerja sama dalam memerangi penyebaran Covid-19, dengan dilakukannya cara-cara pencegahan seperti social distancing, tidak berkumpul dengan jumlah yang banyak, dan lainnya. Pandemi akan berhenti dengan sendirinya karena jumlah penyebaran yang menurun dan penyembuhan yang tinggi.

Oleh karena itu diharapkan semua pihak dapat membantu dan kepada pihak-pihak yang menghalangi jalannya pencegahan penyebaran Covid-19 dapat diberitahu betapa pentingnya untuk mengikuti aturan demi keselamatan orang banyak.

Dokumen Requirement Engineering : Website Wikipedia Game

Kelompok 9

1702490 Achmad Priyadi

Aldian Fallahakbar Nuriza

Yuliansyah Ibrahim

 

Berkenaan dengan aplikasi web yang akan tim kami buat (web mengenai informasi game), maka kami melakukan sebuah survey terhadap orang-orang yang menyukai game dan berikut merupakan hasil dari survey yang telah kami lakukan :

 

https://docs.google.com/spreadsheets/d/105ijdWKHEXFFWcvBKaDO7OrN02vsjN7WdTOuHsA5lIw/edit?pli=1#gid=680380213

Metode Pengembangan Perangkat Lunak Agile

Pengembang harus bekerja keras terhadap peluang masa depan metodologi pengembangan perangkat lunak. Bagian dari transformasi digital yang terjadi pada tahun 2018 didorong oleh teknologi kecerdasan buatan dan algoritma. Kecerdasan buatan telah berkontribusi besar terhadap pengembangan perangkat lunak pada tahun 2018 dan akan terus tumbuh.

Metodologi pengembangan perangkat lunak berikut telah berpengaruh terhadap pengembangan perangkat lunak pada tahun 2018 dan diprediksi akan menjadi metodologi pengembangan perangkat lunak di tahun 2019.

AGILE DEVELOPMENT METHODS

Agile Development Methods adalah sekelompok metodologi pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Agile development methods merupakan salah satu dari Metodologi pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak.

Ada beberapa langkah dalam Agile Development Methods, yaitu :

  • Perencanaan, pada langkah ini pengembang dan klien membuat rencana tentang kebutuhan dari perangkat lunak yang akan dibuat.
  • Implementasi, bagian dari proses dimana programmer melakukan pengkodean perangkat lunak.
  • Tes perangkat lunak, disini perangkat lunak yang telah dibuat di tes oleh bagian kontrol kualitas agar bug yang ditemukan bisa segera diperbaiki dan kualitas perangkat lunak terjaga.
  • Dokumentasi, setelah dilakukan tes perangkat lunak langkah selanjutnya yaitu proses dokumentasi perangkat lunak untuk mempermudah proses maintenanance kedepannya.
  • Deployment, yaitu proses yang dilakukan oleh penjamin kualitas untuk menguji kualitas sistem. Setelah sistem memenuhi syarat maka perangkat lunak siap dideployment.
  • Pemeliharaan, langkah terakhir yaitu pemeliharaan. Tidak ada perangkat lunak yang 100% bebas dari bug, oleh karena itu sangatlah penting agar perangkat lunak dipelihara secara berkala

Ada juga beberapa model dalam Agile Development Methods, seperti: Acceptance Test Driven Development (ATDD), Agile Modeling, Adaptive Software Development (ASD), Agile Unified Process (AUP), Continuous integration (CI), Crystal Clear, Crystal Methods, Dynamic Systems Development Method (DSDM), Extreme Programming (XP), Feature Driven Development (FDD), Graphical System Design (GSD), KanbanLean software development, Rational Unified Process (RUP), ScrumScrum-banStory-driven modeling,Test-driven development (TDD), Velocity tracking, dan Software Development Rhythms.

Beberapa kelebihan dari Agile Development Methods :

  • Menambah produktivitas tim
  • Menambah kualitas dari perangkat lunak
  • Menambah kepuasan dari klien
  • Menghemat biaya

Dalam Agile Software Development interaksi dan personel lebih penting dari pada proses dan alat, software yang berfungsi lebih penting daripada dokumentasi yang lengkap, kolaborasi dengan klien lebih penting dari pada negosiasi kontrak, dan sikap tanggap terhadap perubahan lebih penting daripada mengikuti rencana.

Pada intinya, Agile Development Methods sangat membantu para pengembang perangkat lunak dalam melakukan penyerahan produk secara tepat waktu dari suatu tahap operasional perangkat lunak yaitu pada bagian analisa dan desain.

Ada begitu banyak framework yang tersedia untuk menerapkan Agile Development. Diantaranya yaitu Scrum dan Kanban.

SCRUM

Scrum merupakan framework agile yang cukup populer. Scrum memecah organisasi menjadi tim-tim kecil yang mengorganisasikan dirinya sendiri dan mengerjakan tugas-tugas kecil.

Framework ini baik untuk diterapkan dalam membangun kultur perusahaan/ organisasi. Framework ini bisa digunakan untuk membuat sebuah minimum viable product (MVP) maupun pengembangan produk yang kompleks.

Ia juga dapat diterapkan ketika organisasi menginginkan sebuah culture transition, bila telah muncul beberapa syarat:

  • Tak ada lagi yang sekadar menunggu perintah
  • Tim Anda sudah terlihat lebih proaktif
  • Tim semakin produktif
  • Ada perbaikan dalam hal pengujian maupun pengembangan
  • Munculnya rasa tanggung jawab dalam tim

 

 

Scrum ini cocok untuk tipe pengembangan produk yang kompleks, yang membutuhkan requirement yang berubah-ubah. Dalam hal ini, klien memegang peranan kunci dalam pengembangan, sehingga menuntut kesiapan klien/ customer/ business owner untuk bisa berinteraksi dengan tim development setiap saat, untuk memastikan kelancaran pengembangan produk/ proyek. Adapun struktur tim pada framework ini mencakup role-role di Scrum (seperti Scrum Master, Product Owner, dan Dev Team), serta tim lintas fungsi (cross functional).

KANBAN

Kanban adalah framework yang sangat baik bila digunakan untuk proses kontinyu atau rilis produk harian. Ia juga baik untuk diterapkan dalam proyek-proyek pemeliharaan/ maintenance. Kanban memiliki ciri-ciri alur kerja yang tervisualisasi (visualized workflow), tugas yang dipecah menjadi item-item diskrit, progres kerja yang dibatasi, dan pengaturan tugas-tugas dari backlog.

Kanban cocok untuk pengembangan produk/ proyek yang membutuhkan requirement-requirement yang sering berubah-ubah. Sama seperti Scrum, klien/ customer/ business owner memegang peran sentral. Bedanya dengan Scrum, klien hanya diperlukan pada periode-periode tertentu saja, untuk melakukan pendetailan. Sementara struktur tim pada Kanban adalah product owner dan tim yang tak harus permanen.

Source :

https://medium.com/@makersinstitute/cara-memilih-framework-agile-yang-tepat-9ea80cd199c5

https://invidgroup.com/best-software-development-methodologies-in-2019/